Tokoh-Tokoh Pendiri KGPM

Mohon maaf apabila foto pendiri/tokoh-tokoh KGPM yang lain tidak ada, di karenakan sumber yang di dapatkan hanya sedikit.

FHK edisi Juli 2012

Firman Hidup Dan Kerja

Sejarah KGPM

Tempat dilaksanakan ibadah pertama dari Kerapatan Gereja Protestan Minahasa (KGPM) Pada tanggal 29 Oktober 1933 di Kampung Wakan - MinSel.

Kerapan Gereja Protestan Minahasa

Jln. B.W. Lapian No.177 Kawangkoan

Yesus Kristus Dalam Kebangsaan, Kebangsaan Dalam Yesus Kristus

MEDIA UNTUK BERBAGI INFORMASI. KGPM SENTRUM KAWANGKOAN

Selasa, 17 Juli 2012

CERITA ANAK SEKOLAH MINGGU

CERITA ANAK SEKOLAH MINGGU,  
BACAAN ALKITAB WAHYU  2:4


Adakah diantara adik-adik yang tidak memiliki seorang teman atau sahabat? Berapakah jumlah teman yang adik-adik kenal? Adakah diantara adik-adik yang bisa menyebutkan nama teman-temanmu? ( sambil memberikan kesempatan kepada salah seorang anak untuk menyebutkan nama teman-temannya, meskipun hanya dalam beberapa menit saja). Apakah adik-adik mengasihi teman-temanmu?  Apa yang adik-adik ketahui tentang kasih. (memberikan kesempatan kepada mereka untuk mengungkapkan pemahaman mereka tentang kasih itu). Untuk menghentar mereka pada sebuah cerita tentang persahabatan yang dilandasi dengan kasih.
            “aku dan kamu sama  dimata TUHAN”
Di sebuah desa yang sangat terpencil, hidup sebuah keluarga yang sangat sederhana, namun mereka selalu hidup rukun damai dan bahagia, bpk amos nama dari kepala keluarga itu, ibu Debora dan dua orang anak mereka, yang tertua bernama epafras berumur 8 tahun dan yang bungsu Claudia berumur 5 tahun. Suatu hari ketika bpk amos sedang mencari kayu di hutan tiba-tiba dia mendengar suara.

JANGAN MENDUAKAN ALLAH

JANGAN MENDUAKAN ALLAH

RENUNGAN KOMISI 
BACAAN ALKITAB WAHYU  2:12-17

Sebuah pepatah mengatakan “ masuk dalam kandang kambing mengembik” dalam artian ketika kita berada dalam suatu tempat tertentu maka kita harus hidup menurut cara atau adat dari suatu tempat dimana kita berada saat itu. Tetapi jika dikaitkan dengan kehidupan beriman kita apakah ungkapan ini relevan dengan kehidupan kita? Ternyata cara hidup jemaat di Pergamus ada yang seperti ini. Ada jemaat yang tetap setia pada keyakinan iman mereka tetapi ada juga yang terpengaruh dengan keadaan sekitar dengan tidak lagi mengandalkan TUHAN ALLAH, mereka telah menduakan ALLAH dengan penyembahan berhala. Sehingga seruan untuk bertobat disampaikan dan kekuatan iman diberikan kepada mereka yang tetap setia. Dalam kehidupan kitapun selaku anggota komisi……. Seringkali kita diperhadapkan dengan berbagai pengaruh baik dari dalam maupun dari luar. Ketika kita mau menunjukkan kesetiaan kita dalam hal tanggungjawab sebagai pimpinan dan anggota komisi ada saja tantangan yang dihadapi, seperti contoh ketika kita dari yang kurang aktif mulai member diri ada saja sindiran-sindiran halus lewat kata-kata, “so bertobat dang”, atau kita yang aktif dan mengajak mereka yang kurang aktif bukan tanggapan baik yang diberikan malahan ungkapan-ungkapan seperti” belum tentu ngoni yang rajin-rajin ibadah dengan torang yang nda pernah atau kadang beribadah sapa yang mo maso surga.” Jika hal-hal seperti ini kita temui dalam kehidupan kita jangan pernah kecut dan tawar hari tetapi tetaplah setia dan kerjakan keslamatanmu karena janji TUHAN itu pasti dianugerahkannya bagi setiap orang yang setia dan berkat itu dinikmati bukan hanya diri kita tetapi anak cucu kitapun diberkati TUHAN. Amin.

KESETIAAN MENGHASILKAN KEHIDUPAN

KESETIAAN MENGHASILKAN KEHIDUPAN

RENUNGAN KEPEL   
BACAAN ALKITAB WAHYU 2:8-11

Adakah alat pengukur untuk mengukur berapa nilai kesetiaan seseorang? Kita ambil saja gambaran secara umum dengan berpatokan pada kehidupan kerohanian. Menurut banyak orang kesetiaan itu diukur dari rajinnya seseorang ketika ia datang kesuatu tempat ibadah seperti gereja, ibadah kelompok pelayanan, ibadah komisi, dan ibadah-ibadah lainnya atau kegiatan-kegiatan kerohanian. Namun apa sebenarnya arti dari kesetiaan itu? Dalam kamus bahasa Indonesia di jelaskan bahwa kesetiaan itu adalah: suatu tindakan yang dilakukan terus menerus dengan suatu kepatuhan dalam segala keadaan apapun yang dialami seseorang.
Seruan untuk tetap setia sampai mati disampaikan kepada jemaat di smirna, yang mengalami penganiayaan dan penindasan menyebabkan mereka berada dalam kesusahan dan kemiskinan bahkan mereka sering difitnah, diingatkan kepada jemaat di Smirna agar keadaan ini tidak akan mempengaruhi kehidupan beriman dan kesetiaan mereka kepada ALLAH, karena ketika mereka setia mereka akan dikaruniakan mahkota kehidupan.
Bagaimanakah dengan kita mampukah kita tetap setia dalam segala situasi yang kita alami termasuk keadaan sulit sekalipun sebagaimana yang dialami oleh jemaat Smirna? YESUS KRISTUS adalah gambaran yang sangat kongkrit dari kesetiaan bahkan DIA setia sampai mati.  YESUS setia dalam mengerjakan segala pekerjaan yang diperintahkan BAPA kepada-NYA, walau secara kemanusiaannya itu sungguh berat dan menyakitkan. YESUS tidak hanya setia pada BAPA tetapi DIA juga setia pada janji-janjiNYA kepada manusia, sekalipun manusia tidak setia kepadaNYA. Karena itu tidak ada alasan  bagi kita untuk tidak setia. Demikian halnya ketika kita mau melakuakan suatu kebaikan, apakah kita akan tetap setia dalam melakukan kebaikan itu dengan terus menerus tanpa melihat dari sudut pandang yang lain tetapi tetap berpusatkan pada ALLAH sebagai  pemberi perintah. Kesetiaan itu dapat kita tunjukkan dalam cara hidup kita sehari-hari yang dimulai dalam persekutua terkecil yaitu keluarga, kesetiaan yang terbina antara hubungan suami dan istri, dalam persekutuan jemaat, kesetiaan seorang pimpinan dan pelayan dalam tugas tanggung jawab kepelayanannya, kesetiaan anggota jemaat dalam kelompok pelayanan, dan masih banyak lagi hal-hal yang mungkin bagi kita sepele tetapi memiliki nilai yang sangat besar dalam kehidupan beriman. Kita harus setia melakukan firman TUHAN, karena ketika ujian atau cobaan datang kita akan kuat dan berani menghadapinya sampai kita beroleh kemenangan. Hiduplah tetap setia dalam segala keadaan dan selalu bersyukurlah kepada ALLAH disepanjang hidup kita. Karena jika kita tetap setia dalam KRISTUS kita akan memperoleh kemenangan. Amin.


KEKUATAN IMAN DALAM KASIH

KEKUATAN IMAN DALAM KASIH

RENUNGAN MINGGU 15  JULI  2012
BAHAN ALKITAB WAHYU 2:1-7

Saudara-saudara yang dikasihi oleh YESUS KRISTUS,
Setiap orang pastilah tidak mau dikatakan sebagai orang yang tidak beriman, tetapi tidak semua orang yang mengaku beriman itu mempunyai kasih. Kehidupan beriman bukanlah sekedar pengakuan dan tidaklah akan menjadi nyata atau dapat dilihat jika kehidupan yang beriman itu hanyalah berorientasi pada diri pribadi atau individu bahkan hanya sekelompok orang saja. Tetapi akanlah menjadi nyata jika kehidupan yang beriman itu mampu dinyatakan dalam kehidupan bersama dalam persekutuan jemaat dan dalam kehidupan bermasyarakat. 
Namun kadangkala ketika kehidupan beriman itu hendak dinyatakan dalam kehidupan bersama terkadang pengaruh dari luar lebih kuat daripada mempertahankan kehidupan beriman itu sendiri. Apalagi jika diperhadapkan dengan suatu keadaan yang sulit, tertekan, keputus asaan, pergumulan dan permasalahan hidup yang menghimpit membuat seseorang mencari sesuatu yang lebih mudah serta menawarkan suatu solusi atau jalan keluar dari apa yang dialaminya meskipun itu bertentangan dengan apa yang selama ini diyakininya.
Keaadaan yang seperti inilah yang dialami oleh tujuh jemaat di Asia kecil. Mereka yang percaya kepada ALLAH BAPA di dalam YESUS KRISTUS yang sudah mati tetapi juga yang telah bangkit mengalahkan kuasa dosa dan maut, mulai melupakan keyakinan iman mereka ini karena kesulitan hidup akibat penganiayaan yang mereka alami. Secara khusus dalam bacaan ini wahyu 2:1-7 yang menjadi alamat adalah jemaat di Efesus. Penulis melihat bahwa ternyata dalam kehidupan jemaat di Efesus pernah mengalami dan menghadapi pengajar-pengajar sesat atau orang-orang yang mengaku sebagai rasul tetapi sebenarnya mereka hanya mau mempengaruhi hidup beriman jemaat di efesus tetapi hal ini mampu disingkapkan oleh jemaat dan mereka tidak terpengaruh dengan hal itu. Namun kehidpan yang demikian tidaklah bertahan lama karena mereka telah terpengaruh dengan keadaan sekitar yang bagi mereka lebih menawarkan suatu kepuasan hidup secara lahiriah yang mengakibatkan mereka meninggalkan kasih mula-mula. Sebab itu penulis hadir dengan menyampaikan Firman Tuhan kepada jemaat di efesus agar mereka menyadari apa yang sebenarnya telah mereka lakukan sehingga mereka berbalik dan bertobat dan hasil dari pertobatan itu ada berkat yang mereka peroleh.
            Saudara-saudara yang dikasihi oleh TUHAN YESUS KRISTUS
Terkadang kehidupan kitapun sama dengan jemaat di efesus, kita sekalian mengaku sebagai orang-orang beriman, dan dengan keyakinan yang sangat kuat kita mengakui bahwa kita percaya dengan sungguh kepada ALLAH BAPA  di dalam YESUS KRISTUS TUHAN dan Juruselamat kita, dan keyakinan itu semakin hari semakin diperkuat dengan setiap pelayanan firman yang disampaikan oleh hamba-hamba TUHAN, apakah itu gembala, penatua,dan diaken. Tetapi terkadang manakala situasi hidup diperhadapkan dengan pergumulan dan tantangan hidup keyakinan iman itu memudar bahkan hilang kekuatannya apalagi jika kasih tidak ada lagi didalamnya. Akan menjadi sangat sulit untuk menampakkan cara hidup orang beriman dan dalam keadaan yang demikian akan sangat mudah ketika ada tawaran-tawaran dari luar yang memberikan penawaran bahkan harapan  terlepas dari pergumulan dan kesulitan hidup itu. Dalam keadaan apapun yang kita alami jika kita telah melupakan bahkan meninggalkan kasih yang mula-mula, apalagi jika kita telah melupakan kasih dari YESUS KRISTUS , maka lewat bacaan ini kita diingatkan untuk kembali kepadaNYA dan melakukan segala perintah dan FirmanNYA. Siapa yang mau kembali kepadaNYA dalam pertobatan akan menerima mahkota kehidupan. Sebagaimana ungkapan firman dalam wahyu 2:7b, “barangsiapa menang, dia akan KUberi makan dari pohon kehidupan yang ada di Taman Firdaus ALLAH.” Yang mana mau menunjukkan bahwa hasil dari pertobatan yang sungguh-sungguh adalah kebahagiaan dan kesejahteraan hidup yang tidak diberikan oleh dunia ini, karena apa yang diberikan oleh dunia hanyalah bersifat sementara tetapi berkat yang dari ALLAH tetap untuk selama-lamanya. Sebab itu kuatkanlah imanmu dalam kasih. Amin.




MATERI PA

MATERI PA
BAHAN ALKITAB WAHYU 2:1-7

            Wahyu adalah kitab terakhir dalam Alkitab, dan dalam kitab wahyu banyak sekali digunakan symbol-simbol, penulis berharap dengan menggunakan symbol-simbol setiap orang yang membacanya akan lebih mudah untuk memahami apa maksud dari tulisannya itu. Wahyu adalah penyingkapan dari sesuatu yang tersembunyi. Kitab wahyu termasuk dalam sastra apokaliptik dan yang menjadi ciri khas dari sastra ini adalah pemikiran bahwa ALLAH berdaulat, yang pada akhirnya dan dengan tiba-tiba dalam keadaan yang tidak terelakkan, ALLAH  campur tangan untuk melaksanakan kehendak-NYA yang baik dan sempurna. DIA ditentang oleh bermacam-macam kuasa kejahatan yang sangat kuat, dan kuasa-kuasa ini biasanya dilambangkan sebagai binatang-binatang, tanduk-tanduk dll. Ditemukan beberapa penglihatan, malaikat-malaikat berbicara, bentrokan antara penguasa raksasa dan pada akhirnya orang-orang suci  yang dianiaya dinyatakan benar.            
Dalam kitab wahyu membayangkan perlawanan dasyat terhadap Allah dan umat ALLAH, tetapi ALLAH akan menang atas setiap hal yang jahat. Kitab wahyu ditulis ketika gereja perdana mengalami penganiayaan dan kesulitan. Dalam wahyu 2:6 muncul nama Nikolaus. Nikolaus dari Antiokhia (kis 6:5) dianggap telah memberikan namanya kepada sekelompok  anggota gereja perdana yang mencoba mencampurbaurkan kekristenan dengan kekafiran, agar orang Kristen dapat tanpa segan ikut dalam aktivitas social dan agama ditengah-tengah masyarakat yang ikatan kewargaannya sangat ketat ditempat mereka berada.
Pertanyaan :
1.      Adakah disekitar kita sikap atau cara hidup yang saling mempengaruhi dengan mentokohkan seseorang terjadi dalam persekutuan jemaat dan sampai pada kehidupan bermasyarakat?
2.      Hal-hal apa saja yang bisa mempengaruhi kasih mula-mula memudar bahkan hilang dalam kehidupan.
-          Keluarga
-          Jemaat
-          Masyarakat
Sikap hidup yang bagaimanakah yang harus dimiliki oleh setiap orang pecaya agar kasih mula-mula itu tetap ada?